Being An Academic Old Website

Meningkatkan Peran dan Fungsi Bahasa Arab Sebagai Bahasa Diplomasi dan Pariwisata Internasional di Kancah Dunia

Usmari 

Jurusan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Bandung

2012

 

Pengantar

Pada saat ini bahasa dan Sastra Arab merupakan salah satu bahasa yang sangat penting di dunia, khususnya di Timur Tengah, yang digunakan lebih dari 25 negara, dan bahasa ke tiga dunia, setelah bahasa Inggris dan bahasa Perancis. Ke-25 negara tersebut diantaranya adalah Aljazair, Irak, Kesultanan Oman, Kerajaan Saudi Arabia, Kerajaan Yordania, Libanon, Lybia, Mesir, Mauritania,Marokko,  Negara Qatar, Palestina, Sudan, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Bahasa arab juga merupakan Bahasa resmi PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa), dan yang teristimewa bahasa Arab adalah Bahasa Islam dan al-Qur’an, oleh karena itu, seseorang yang ingin mempelajari al-Qura’an dan Ilmu Ilmu hadits haruslah belajar bahasa Arab. Dalam era globalisasi sekarang, dengan kemajuan zaman saat ini, perkembangan teknologi komunikasi yang sangat cepat menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari berbagai penjuru dunia., merupakan hal yang sangat mendesak. Banyak informasi ilmu pengetahuan baik di bidang teknik, ilmu-ilmu murni, ekonomi, psikologi maupun seni bersumber dari buku-buku berbahasa Arab. Selain itu bahasa Arab merupakan sarana komunikasi dalam pengembangan dunia pariwisata selain merupakan bahasa PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa), Oleh karena itu bahasa asing selain bahasa Inggris menjadi penting. Dengan demikian semakin jelas bahwa penguasaan bahasa asing selain bahasa Inggris, dalam hal ini bahasa Arab sangat berguna saat ini.

Pariwisata dan Diplomasi Negara Arab

Pariwisata merupakan kegiatan perjalann untuk rekreasi. Biasanya masyarakat mengunjungi tempat-tempat pariwisata yang menarik, mulai dari gunung, pantai, perkotaan, dll. Manusia modern sekarang ini menjadikan pariwisata sebagai kebutuhan pokok setelah disibukkan oleh urusan pekerjaan. Apalagi didukung oleh semakin banyaknya armada transportasi yang menawarkan tarif serta harga yang menarik dengan destinasi tertentu membuat masyarakat menjadi lebih bersemangat dalam berekreasi. Maka dari itu, dunia pariwisata saat ini sangat penting bagi masyarakat dunia, tak terkecuali dunia Arab, di negara Timur Tengah banyak sekali tempat – tempat pariwisata dengan pemandangan yang indah dan eksotis. Selain Piramida dan Sphink (salah satu dari tujuh keajaiban dunia) yang merupakan tempat pariwisata yang sudah terkenal di seantero dunia, ada banyak tempat tujuan pariwisata di Timur Tengah, Berikut 5 Tujuan Wisata Paling Exsotis di Timur Tengah seperti di kutip dari  ibtimes dan arabianbusiness:

1. Petra, Yordania: Petra merupakan sebuah kota kuno yang dibangun pada sebuah lereng gunung dan menjadi salah satu keajaiban dunia. Tempat ini telah menarik jutaan wisatawan setiap tahun untuk menyaksikan kemajuan peradaban masyarakat pada jaman dahulu kala

2. Sanaa, Yaman: Kota ini memiliki ribuan monumen serta situs sejarah yang dijadikan sebagai salah satu warisan dunia Unesco. Situs tersebut, menawarkan bangunan kuno, pasar tradisional serta masjid yang masuk kategori tertua di dunia

3. Qalat, Bahrain: Negara yang terletak di Teluk Persia ini memiliki benteng terkenal yang disebut dengan Qalat al Bahrain, dan menjadi salah satu situs warisan sejarah Unesco. Selain itu, terdapat pula sejumlah monumen, museum, dengan bentuk arsitektur modern yang melukiskan kemajuan budaya Arab di masa lalu

4. Sabratha, Libya: Terletak di sebelah timur ibu kota Tripoli, kawasan peninggalan Romawi ini disebut dengan Sabratha. Kota ini memiliki sejumlah bangunan dengan bentuk arsitektur Romawi yang masih utuh dan menjadi saksi kejayaan Romawi di kawasan tersebut

5. Carthagie, Tunisia: Kawasan situs Carthage, dahulu dikenal sebagai salah satu kota perdagangan yang sangat penting di masa pemerintahan Romawi. Reruntuhan situs ini memiliki sisa-sisa bangunan teater, pelabuhan dan pemandian terbesar yang pernah dibuat oleh bangsa Romawi

Diplomasi adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang (disebut diplomat) yang biasanya mewakili sebuah negara atau organisasi. Kata diplomasi sendiri biasanya langsung terkait dengan diplomasi internasional yang biasanya mengurus berbagai hal seperti budaya, ekonomi, dan perdagangan. Biasanya, orang menganggap diplomasi sebagai cara mendapatkan keuntungan dengan kata-kata yang halus

Dalam dunia diplomasi dalam aktivitas organisasi-organisasi internasional dikalangan dunia Islam seperti Mu’tamar Alam Islami dan Rabithah Alam Islami (dua organisasi Islam internasional) semua kegiatan yang dilakukannya tidak dapat dilepaskan dari penggunaan bahasa Arab sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Pada 1973, untuk pertama kalinya bahasa Arab dijadikan dan dikukuhkan sebagai bahasa resmi dilingkungan perserikatan bangsa-bangsa (United Nations, PBB) sehingga pidato-pidato diplomatik, pembicaraan dan perdebatan diforum PBB diterjemahkan ke dalam bahasa Arab yang sejajar dengan bahasa asing lainnya.

            Pemakaian bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi dalam forum internasional semacam PBB telah menempatkan bahasa Arab untuk berperan penting dan sebagai salah satu alat komunikasi dalam hubungan diplomasi internasional. Peningkatan peranan bahasa Arab yang menjadi salah satu alat komunikasi dalam diplomasi internasional ini didukung oleh semakin besarnya peranan negara-negara Arab penghasil minyak dalam dunia perekonomian internasional. Peran ini, tentu saja, menambah dan menjadi daya tarik perhatian dunia terhadap pengajaran bahasa Arab. 

 

Penutup

Dari kedua bahasan mengenai pariwisata dan diplomasi diatas, berkaitan erat dengan bahasa Arab, apabila dunia Pariwisata di Negara Timur Tengah akan dikembangan dan bisa terkenal di seluruh dunia maka yang utama harus dilakukan adalah mengenalkan bahasa Arab ke dunia luar, dari bahasa Arab tersebut lama-kelamaan dunia luar akan tahu negara Arab itu bagaimana, dan mereka pasti akan tertarik jika sudah tahu bahwa Negara Arab memiliki potensi dan daya tarik yang luar biasa di bidang pariwisata.

 

Sedangkan secara diplomasi atau politis-internasional, bahasa Arab kini sudah diakui sebagai bahasa internasional dan digunakan juga sebagai salah satu bahasa diplomasi resmi di forum Perserikatan Bangsa-bangsa. Beberapa negara non-Arab di dunia, seperti Malaysia, bahkan sudah mengakui bahasa Arab di negaranya dan memberikan apresiasi berupa adanya tulisan-tulisan berbahasa Arab di tempat-tempat umum. Dalam hal perkembangan situasi ekonomi global, bahasa Arab mengambil tempat dan peran yang sangat penting. Itu ditunjukkan dengan semakin pentingnya kawasan Timur Tengah, yang notabene mayoritas masyarakatnya berbahasa Arab, sebagai pusat sumber daya energi dan mineral dunia. Berbagai kalangan di dunia yang berkepentingan dan ingin membuka jalur komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah, harus berpikir dan mengambil sikap bahwa mereka sangat membutuhkan penguasaan bahasa Arab, sebagai pintu masuk komunikasi antarbudaya yang kemudian membuka jalan bagi hubungan ekonomi, politik, dan sebagainya.

Semoga dengan adanya daya tarik dari Pariwisata di Arab dan bahasa Arab sebagai bahasa Internasional ini, bahasa Arab semakin maju dan bisa menjadi Bahasa yang Universal kelak,sehingga peran dan fungsi Bahasa Arab dapat digunakan secara maksimal.

You may also like...