Our Journey

Review: Taman Yuwono Heritage Malioboro, Seperti Menginap di “Rumah Nenek”

Sudah lama kami tidak berlibur. Hari itu, kami memilih piknik tipis-tipis untuk sekedar mengurangi kejenuhan dan rasa bosan dengan rutinitas keseharian. Akhirnya pilihan menginap di kawasan Malioboro menjadi keputusan terakhir. Dalam rencana, kami akan menghabiskan hari di penginapan dan mengeksplorasi Malioboro pada waktu malam. Maklum, aku sedang hamil dan tidak bisa traveling yang heboh.

Penginapan itu jatuh pada Taman Yuwono Heritage Malioboro. Oya, kami lebih suka traveling gaya flashpacker. Di samping semua itinerary perjalanan, anggaran dan destinasi kami tentukan sendiri, traveler gaya flashpacker ini juga menghargai kenyamanan dan kemudahan. Ada beberapa alasan mengapa akhirnya memilih Taman Yuwono Heritage:


1. Rating Tinggi. Penginapan-penginapan ataupun hotel di kawasan Malioboro sangat bervariasi dan kebanyakan harganya di atas rata-rata. Untuk melihat popularitas dan rating suatu penginapan ataupun hotel, kamu bisa cek lebih lanjut pada situs-situs travelling. Biasanya kami mengawalinya dengan cek harga, rating dan popularitas hotel di aplikasi Traveloka. Sampai saat kami berkunjung, rating Taman Yuwono Heritage mencapai 9,2 sebuah angka yang fantastis bukan?

2. Resepsionis dan para pelayan sangat ramah. Saat itu check in sore hari, diberi welcome drink berupa wedang jahe dan kue Cup kukus yang lumayan untuk menghangatkan badan. yang begini ini baru kami jumpai di penginapan ini.

3. Lokasi yang dekat dengan Malioboro. Kurang lebih 0,19 KM kamu akan sampai ke jalan Malioboro.

4. Menu Sarapan yang Enak. Taman Yuwono Heritage Malioboro berkerjasama dengan hotel Neo Awana. Karenanya, menu sarapan kedua hotel ini akan sama. Saat berkunjung, kami menikmati nasi kuning dengan lauk telur dadar, ayam goreng, kerupuk, sambal asem dan sambal bawang, juga mie tumis. Tak lupa dessert dan appatizer yang beraneka macam.

5. Harga murah untuk kawasan Malioboro. Nah, dengan pelayanan yang ditawarkan harga penginapan termasuk murah di kawasan ini.

Sayangnya, ukuran kamar yang kami tempati saat itu rada kecil sehingga untuk kamu yang doyan dengan model-model modern heritage akan terkesan jadul. Oya, bangunan ini sudah lama berdiri sejak tahun1936. Desain penginapan seperti rumah-rumah lama gaya Belanda-Jawa. Ada 9 kamar yang disewakan, ruang multifungsi dan nonton, pendopo untuk makan ataupun sarapan tamu, musholla, juga pantry room.

 

That’s all.

 

You may also like...